Cuaca Ekstrem Hambat Tanam Tembakau di Jombang, Petani Tetap Kejar Target Panen
JOMBANG – Musim tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Jombang, tahun ini mengalami keterlambatan akibat curah hujan yang masih tinggi. Jika biasanya petani mulai menanam sejak pertengahan Mei, kini banyak yang memilih menunda karena kondisi lahan masih basah dan belum ideal untuk ditanami.
Di sejumlah persawahan Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, masih terlihat lahan kosong dan bibit tembakau yang belum dipindahkan dari bedengan.Meski demikian, sebagian petani mulai berani menanam untuk menghindari keterlambatan yang lebih Panjang.
Ratemo (55), salah satu petani setempat, mengaku terpaksa memulai tanam meski kondisi tanah belum benar-benar kering. Menurutnya, lahan yang telah disiapkan sebelumnya sempat terendam banjir akibat hujan deras sehingga proses tanam harus ditunda. Selain itu, usia bibit yang sudah lebih dari satu bulan membuatnya tidak bisa menunggu lebih lama. Padahal, umumnya bibit tembakau ditanam saat berusia 25 hingga 30 hari.
Kondisi serupa juga dialami Sutar (64). Ia baru memulai tanam setelah beberapa kali mengurungkan rencana karena sawahnya tergenang air. Meski masih ada risiko, ia memilih tetap menanam demi mengejar jadwal panen. Pasalnya, jika panen mundur hingga memasuki musim hujan pada akhir tahun, kualitas hasil tembakau dikhawatirkan menurun.
Akibat hujan yang terus turun, petani juga harus bekerja ekstra karena lubang tanam yang sebelumnya sudah dibuat banyak yang rusak dan tertutup tanah. Kondisi tersebut menambah kebutuhan tenaga dan biaya produksi. Para petani kini berharap cuaca segera membaik agar proses budidaya tembakau dapat berjalan lancar dan hasil panen tetap optimal.
