APBD Jombang 2025 Naik Jadi Rp 3,2 Triliun, Pemkab Fokus ke Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa
Headshot Media – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menetapkan anggaran daerah tahun 2025 sebesar Rp 3,2 triliun dalam Perubahan APBD (P-APBD). Angka ini meningkat sekitar 5,92 persen dibanding tahun lalu.
Kenaikan ini diklaim sebagai komitmen pemerintah untuk lebih berpihak kepada masyarakat. Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa APBD harus digunakan untuk program-program yang menyentuh langsung kehidupan warga.
“APBD itu milik rakyat. Maka penggunaannya harus untuk rakyat juga, mulai dari pembangunan desa, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi,” ujar Warsubi dalam rapat paripurna DPRD Jombang, Rabu (2/7/2025).
Sekolah Rakyat dan BPHTB Gratis
Salah satu program prioritas dalam P-APBD kali ini adalah pengembangan Sekolah Rakyat, yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Tak hanya itu, Pemkab juga berencana menghapuskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi warga berpenghasilan rendah. Tujuannya agar masyarakat kecil bisa lebih mudah memiliki rumah secara legal tanpa beban biaya tambahan.
Dorong Koperasi Desa
Di sektor ekonomi, Pemkab mengandalkan koperasi desa sebagai lokomotif ekonomi lokal. Menurut Warsubi, keberadaan koperasi yang sehat bisa memperkuat ekonomi perdesaan dan membuka lebih banyak peluang usaha kecil.
“Perputaran uang harus terjadi di desa. Kalau usaha kecil tumbuh, maka sektor riil juga akan bergerak,” ujarnya.
Pendapatan Daerah Turun, Defisit Ditutup Silpa
Meski belanja naik, pendapatan daerah justru turun menjadi Rp 2,9 triliun—lebih rendah 0,62 persen dari target awal. Penurunan ini disebabkan menurunnya PAD dan transfer pusat yang tidak sesuai proyeksi.
Untuk menutupi defisit, Pemkab akan menggunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya. Warsubi menekankan pentingnya efisiensi agar tidak ada anggaran yang terbuang sia-sia.
“Kita sudah tindak lanjuti Instruksi Presiden dengan mengeluarkan Instruksi Bupati. Tidak boleh ada pemborosan dalam belanja daerah,” tegasnya.
Hilirisasi Agrobisnis Jadi Tema Utama
Tema pembangunan Jombang tahun 2025 adalah “Hilirisasi Agrobisnis”. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik yang lebih optimal, serta penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Warsubi juga menekankan pentingnya evaluasi berkala agar pelaksanaan anggaran tidak hanya sukses secara administratif, tapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)
