Info DaerahNasionalPeristiwa

Ziarah Kapolri ke Makam Gus Dur: Menghormati Warisan Ulama, Jurnalis Dibatasi

Share

Headshot Media Jombang — Di bawah langit sore yang teduh, helikopter Polri mendarat mulus di Lapangan Jatirejo, Jombang, Rabu (25/6/2025). Hari itu, menjadi momen istimewa bagi Pondok Pesantren Tebuireng—pesantren bersejarah yang pernah menjadi rumah bagi Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di sanalah, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menapakkan kaki, dengan maksud yang tak sekadar formalitas: ziarah.

Kunjungan Kapolri ke Tebuireng merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Dalam suasana yang khidmat, Jenderal Listyo melakukan ziarah ke makam Gus Dur—sebuah langkah simbolik yang mengandung makna mendalam: penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kebijaksanaan ulama.

Meski kunjungan berlangsung tertutup, rombongan Kapolri disambut hangat oleh pengasuh pondok dengan iringan lantunan banjari. Sekitar pukul 13.45 WIB, iring-iringan pejabat tinggi tersebut tiba di kompleks pondok. Selama kurang lebih 30 menit, Kapolri melaksanakan ziarah dan silaturahmi secara terbatas sebelum kembali melanjutkan agenda kerja ke kota lain.

Akses Media Dibatasi Demi Keamanan

Namun, tak semua pihak bisa menyaksikan langsung momen tersebut. Sejumlah jurnalis yang telah hadir di gerbang Tebuireng sejak siang hari tidak diizinkan masuk. Pihak keamanan, termasuk petugas Samapta dari Polres Jombang, menyampaikan bahwa akses peliputan memang dibatasi atas arahan dari Mabes Polri.

“Maaf, tidak boleh masuk,” kata seorang petugas di pintu gerbang. Di lokasi juga terpasang standing banner bertuliskan “DAERAH TERBATAS / RESTRICTED AREA – Maaf, Ada Pemeriksaan / Security Check”.

Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polres Jombang Iptu Rita Puspitasari membenarkan bahwa pembatasan tersebut merupakan bagian dari pengamanan terpusat. “Petunjuk dari Mabes demikian, mohon maaf ya,” ujarnya singkat.

Rangkaian Kunjungan Kerja

Sebelum tiba di Jombang, Kapolri lebih dulu mendarat di Lanudal Juanda sekitar pukul 10.45 WIB menggunakan pesawat khusus Polri. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Blitar untuk berziarah ke makam Proklamator RI, Ir. Soekarno. Setelah itu, helikopter yang sama membawanya ke Jombang untuk melanjutkan ziarah ke makam Gus Dur.

BACA JUGA :  300 Kios Kosong di 16 Pasar Jombang Dibuka untuk Umum, Pendaftaran Tanpa Lelang

Usai agenda di Tebuireng selesai, helikopter yang membawa rombongan kembali ke Lanudal Juanda, sebelum Kapolri bertolak ke Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam kunjungan ini, Kapolri didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, serta jajaran pejabat utama lainnya.

Ziarah Sebagai Pengingat

Ziarah yang dilakukan Kapolri ke makam Gus Dur bukan hanya tentang mengenang tokoh besar bangsa, tetapi juga menjadi refleksi atas pentingnya keteladanan moral dalam merawat Indonesia. Dalam suasana kebatinan yang tenang, Kapolri seolah hendak menunjukkan bahwa jalan pengabdian kepada negara tak pernah bisa lepas dari warisan kebijaksanaan para ulama.

Meski berlangsung secara terbatas, kunjungan ini menyisakan pesan tersirat: bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pelindung rakyat, aparat negara juga perlu menundukkan kepala di hadapan nilai-nilai luhur yang pernah diwariskan tokoh-tokoh bangsa. (MAC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *