Info DaerahPeristiwa

Banjir 2 Meter Rendam Mojoagung, Warga Bertahan Meski Rumah Tergenang

Share

Jombang, Headshot Media – Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu sore (8/6) hingga Senin pagi (9/6) membuat delapan desa di Kecamatan Mojoagung, Jombang, terendam banjir. Desa Kademangan menjadi titik terparah, dengan genangan air mencapai 2 meter di luar rumah dan 1 meter di dalam rumah warga.

Meski ketinggian air nyaris setinggi dada orang dewasa, mayoritas warga memilih bertahan di rumah alih-alih mengungsi. Mereka mengaku sudah terbiasa menghadapi banjir kiriman dari dua sungai besar: Catakbanteng dan Kaligunting.

“Air mulai masuk rumah sekitar jam setengah enam pagi. Di luar sedada, di dalam sekitar semeter,” ujar Faruk Efendi, warga terdampak di Kademangan.


8 Desa di Mojoagung Tergenang

Data awal yang dihimpun TNI melalui Koramil Mojoagung mencatat delapan desa terdampak banjir di wilayah tersebut, yakni:

  • Kademangan
  • Mancilan
  • Betek
  • Dukuhmojo
  • Mojotrisno
  • Miagan
  • Karobelah
  • Mojo

Banjir juga memicu relokasi barang oleh warga dengan bantuan petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Namun hingga Senin siang, belum ada warga yang mengungsi.


Total 13 Desa dan Dusun Terendam di Jombang

Sementara itu, laporan BPBD Jombang menyebut total 13 desa dan dusun di tujuh kecamatan terdampak banjir akibat luapan sungai yang terjadi sejak pukul 05.00 WIB, dengan air mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 06.00 WIB.

Ketinggian air bervariasi mulai dari 5 cm hingga 150 cm, dengan titik terdalam tetap di Kademangan, Mojoagung.

Lokasi terdampak lainnya meliputi:

  • Desa Tejo (50–60 cm)
  • Sambigelar, Pojok Kulon (30–50 cm)
  • Bakalanrayung (50 cm)
  • Palrejo (50 cm)
  • Dusun Sanan, Mojotrisno (10 cm)
  • Dusun Kagulan, Janti (20 cm)
  • Dusun Mojodadi, Selorejo (10 cm)
  • Dusun Bandaran, Mancilan (10–15 cm)
  • Dusun Tapen Lor, Tapen (5–10 cm)
  • Desa Jogoloyo (20–30 cm)
  • Dusun Taluk Kidul, Balongsono (5–15 cm)
BACA JUGA :  Polsek Ngusikan Berkolaborasi dengan Petani Wujudkan Ketahanan Pangan

BPBD mencatat bahwa air di sejumlah titik masih menunjukkan tren naik, meski kondisi umum dinyatakan stabil dan belum menimbulkan korban jiwa atau kerusakan berat.


BPBD: Ini Murni Luapan Sungai Akibat Cuaca Ekstrem

Plt Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyebut banjir ini murni akibat curah hujan ekstrem yang menyebabkan debit sungai melonjak dalam waktu singkat.

“Ini banjir luapan. Sungai-sungai tak sanggup menampung debit air yang datang bersamaan,” ungkap Wiku.

Ia memastikan pihaknya tetap siaga 24 jam, serta terus memantau kondisi lapangan bersama perangkat desa. Masyarakat diimbau waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi beberapa hari ke depan.

Tapi argumen itu tak cukup bagi pengamat dan warga.

“Normalisasi itu solusi kosmetik kalau tanpa pengawasan. Kita butuh strategi mitigasi yang holistik: drainase, partisipasi warga, dan stop alih fungsi lahan,” tegas Indra, aktivis lingkungan dari Jombang Watch.

Kondisi Banjir di PP Darul Ulum Peterongan Jombang

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Syarif Hidayatullah (alias Gus Sentot) yang juga menjabat Koordinator Komisi C belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi berulang kali oleh redaksi Headshot Media hingga berita ini diterbitkan.

Berbeda Dengan Gus Sentot, Ketua Komisi C DPRD Jombang Gus Heri panggilan akrab Zahrul Jihad As’ad mengatakan, “ini susah karena Pondok Darul Ulum juga banjih Hingga kini, curah hujan sangat lebat sejak jam 17.00 hingga jam 04.00 wib, kalau sudah fenomena alam kita angkat tangan” Ujarnya.

Sebulan yg lalu sdh rdp dengan pihak Dinas PUPR rencana akan menormalisasi sungai yg makin mendangkal, makanya kita tunggu implementasi rencana PUPR tersebut sambungnya. Namun ketika disodorkan data bahwa PUPR sudah menormalisasi sepanjang 28,5 KM untuk 13 titik avoer, Gus Heri berkomentar mungkin belum seluruhnya pungkasnya.

BACA JUGA :  PUPR Jombang Benahi Jalan Mayjend Sungkono dan Kemuning, Bahu Jalan Diperkuat dan Permukaan Ditingkatkan

Catatan Redaksi

Headshot Media akan terus memantau perkembangan banjir dan upaya penanganannya di wilayah Mojoagung dan sekitarnya. Kami juga tengah menelusuri efektivitas program normalisasi saluran air yang sebelumnya dijanjikan mampu mencegah banjir tahunan seperti ini. (yud/ear)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *