Respons Pihak Kampus Swasta Terkait Rencana Bupati Jombang Dirikan PTN: Soroti Pentingnya Kajian dan Dialog Terbuka
Rencana Pemkab Jombang untuk membangun Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kecamatan Wonosalam menuai berbagai tanggapan dari kalangan akademisi, khususnya para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sudah eksis di wilayah tersebut.
Rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Dr. Amir Maliki Abitolkha, menilai ide pendirian PTN sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, wacana semacam ini pernah mencuat pada masa lalu saat Undar menjadi satu-satunya universitas di Jombang. Bahkan kala itu, pernah ada inisiatif kerja sama dengan Universitas Brawijaya, terinspirasi oleh pola pengembangan kampus di Kediri.
Namun, lanjut Amir, kondisi saat ini sudah jauh berbeda. Jumlah perguruan tinggi di Jombang telah berkembang pesat—terdiri dari 5 universitas, 8 institut dan sekolah tinggi, serta 4 Ma’had Aly, totalnya mencapai 17 lembaga pendidikan tinggi.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak pendirian PTN bagi kelangsungan kampus swasta. Menurutnya, mahasiswa baru yang masuk ke kampus-kampus di Jombang sebagian besar berasal dari daerah pinggiran, bukan dari kota besar. Kondisi ini membuat PTS sangat bergantung pada sumber daya lokal yang terbatas.
Amir juga menyoroti bahwa selama tiga tahun terakhir, kampus swasta di Jombang mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru. Persaingan dengan PTN di kota-kota besar serta kebijakan nasional terkait penerimaan mahasiswa baru turut mempengaruhi kondisi ini.
Kendati begitu, Amir tidak secara tegas menolak rencana tersebut. Ia hanya meminta agar Pemkab melakukan kajian mendalam dan melibatkan semua pihak, khususnya pengelola kampus swasta yang selama ini telah berkontribusi dalam dunia pendidikan di Jombang. Ia berharap ada forum dialog terbuka sebelum keputusan strategis diambil.
Senada, Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), KH. Zulfikar Asad atau Gus Ufik, menilai bahwa setiap pembangunan lembaga pendidikan harus diawali dengan studi kelayakan yang komprehensif. Ia menegaskan pentingnya meninjau potensi daerah, kondisi sosial, serta prospek jangka panjang sebelum melangkah lebih jauh.
Gus Ufik mengaku belum mengetahui apakah studi kelayakan tersebut telah dilakukan Pemkab. Namun jika hasil kajiannya menunjukkan bahwa pendirian PTN akan memberikan manfaat nyata, maka pihaknya siap mendukung dan bersaing secara sehat.
Wakil Rektor 3 Universitas Wahab Hasbullah (Umwaha), Dr. H. M. Wahfiyul Ahdi atau Gus Wafi, juga menyuarakan hal serupa. Ia menilai pendirian PTN di Jombang perlu dipertimbangkan ulang mengingat jumlah PTS yang sudah cukup banyak. Menurutnya, perlu dilakukan riset terlebih dahulu mengenai potensi pasar pendidikan di daerah tersebut.
Gus Wafi menambahkan, jika rencana pendirian PTN menjadi program unggulan Bupati, maka harus ada kajian yang benar-benar matang agar tidak merugikan institusi pendidikan yang telah lebih dulu berkembang di Jombang.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi sebelumnya menyatakan bahwa Kecamatan Wonosalam memiliki potensi wisata besar yang bisa dikembangkan. Menurutnya, keberadaan PTN di kawasan tersebut bisa menjadi pendorong utama investasi, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Ia juga menyebut bahwa pembangunan wisata di Wonosalam memerlukan anggaran besar, bahkan hingga Rp 140 miliar. Oleh karena itu, kehadiran PTN diyakini bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan pariwisata setempat. Warsubi juga mengaku telah memaparkan ide tersebut ke beberapa pejabat tinggi nasional, seperti Menteri Sosial dan Menteri Sekretaris Kabinet.
editor : Redaksi Headshot News
