Pemkab Jombang Siapkan Gedung PSBR untuk Antisipasi Lonjakan Siswa Sekolah Rakyat
Persiapan peluncuran Sekolah Rakyat di Jombang terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Salah satu langkah strategis yang tengah dirancang adalah mengusulkan penggunaan Gedung Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo sebagai lokasi sementara tambahan untuk kegiatan belajar mengajar.
Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan bahwa opsi ini dipertimbangkan karena adanya kemungkinan lonjakan jumlah pendaftar Sekolah Rakyat yang melebihi kapasitas gedung yang telah disiapkan sebelumnya, yaitu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung.
“Jika peminatnya sangat tinggi dan ruang di SKB Mojoagung tidak mencukupi, maka kami berencana mengajukan izin kepada Ibu Gubernur untuk memanfaatkan Gedung PSBR sebagai lokasi tambahan,” ujar Warsubi kepada Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (28/4).
Saat ini, proses seleksi siswa berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) masih berlangsung. Dari data sementara, animo masyarakat terhadap Sekolah Rakyat cukup besar. Jumlah pendaftar jenjang SMP tercatat sebanyak 63 siswa dan jenjang SMA mencapai 67 siswa. Padahal, kuota yang ditetapkan pemerintah untuk masing-masing jenjang hanya 50 siswa.
“Untuk tingkat SD, baru tercatat 16 siswa. Namun, kami optimis, seiring semakin intensifnya sosialisasi yang kami lakukan, jumlah pendaftar akan terus bertambah,” tambah Warsubi.
Lebih lanjut, Warsubi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan berbagai persiapan teknis di lapangan. Bahkan, dalam waktu dekat, Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Jombang untuk memantau langsung progres persiapan Sekolah Rakyat.
“Pada malam tanggal 25 April kemarin, saya dihubungi langsung oleh Pak Mensos. Insya Allah beliau akan datang untuk melihat kesiapan kita,” kata Warsubi.
Pemkab Jombang sendiri menargetkan kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat bisa dimulai pada tahun ajaran 2025–2026 yang akan berlangsung mulai Juli mendatang. Untuk tahap awal, kegiatan KBM akan dipusatkan di gedung SKB Mojoagung sambil menunggu keputusan terkait penggunaan gedung PSBR sebagai lokasi pendukung.
Dengan langkah-langkah cepat ini, Pemkab berharap Sekolah Rakyat di Jombang mampu menjadi solusi nyata bagi pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terbatas. (ear/yd)
