Lebih Mendahulukan Sekolah Rakyat, Rencana Relokasi Pedagang PCN Jombang Batal, Kesemrawutan KH Mimbar Berlanjut
Headshot Media Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang dipastikan membatalkan rencana relokasi pedagang di kawasan Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang. Pembatalan ini terjadi seiring dengan pergeseran fokus penggunaan lahan relokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat, yang merupakan program prioritas Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto.
Lahan seluas 3,7 hektare yang berlokasi di Desa Denanyar, Jombang, sebelumnya disiapkan sebagai lokasi relokasi pedagang Jalan Seroja dan Jalan KH Mimbar. Namun kini lahan tersebut akan dialihfungsikan menjadi fasilitas pendidikan.
Bupati Jombang Warsubi mengonfirmasi perubahan ini. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah mengalami kesulitan memperoleh anggaran pembangunan pasar, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari sumber pendanaan.
“Penetapan lokasi relokasi sudah mati sejak dua tahun lalu. Kami sudah mengajukan ke mana-mana tapi belum ada dana untuk membangun pasar. Sekarang ada kebutuhan dari pemerintah pusat untuk Sekolah Rakyat, jadi kita sesuaikan. Harus selaras dengan pusat,” ujar Warsubi, Jumat (17/4/2025).
Menurut Warsubi, belum ada wacana lanjutan soal pencarian lokasi alternatif relokasi pedagang. Pasalnya, relokasi sebelumnya ke Pasar Ngrawan, Kecamatan Tembelang, justru tidak berhasil menarik minat pembeli, dan pedagang akhirnya kembali ke tempat asal.
“Dulu sudah pernah dipindah ke Pasar Ngrawan, tapi karena sepi, banyak yang kembali lagi ke PCN. Kalau pasar dibangun tapi tidak ada transaksi, kan sia-sia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa membangun pasar tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga soal menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup. Banyak pedagang cenderung tidak sabar menanti pemulihan aktivitas ekonomi di tempat baru.
“Bangun pasar itu gampang, tapi menghidupkan aktivitas ekonominya yang sulit. Kita tetap akan mencari solusi ke depan,” tambahnya.
Warsubi mengakui bahwa pemanfaatan Pasar Ngrawan sebagai lokasi relokasi sebenarnya masih memungkinkan, terutama jika lahan diperluas. Namun, ia khawatir pengalaman sebelumnya terulang.
“Sebenarnya kalau semua pedagang mau, Pasar Ngrawan bisa diperbesar. Tapi kalau baru sebulan jualan sudah sepi dan kembali lagi, ya percuma. Kita akan evaluasi dan pikirkan matang-matang,” jelasnya.
Sebagai informasi, pada 2021 lalu, Pemkab Jombang membeli lahan seluas 3,7 hektare dari Tanah Kas Desa (TKD) Denanyar senilai Rp22,6 miliar melalui anggaran P-APBD. Rencananya lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan pasar relokasi, namun hingga kini anggaran pembangunan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar tak kunjung diperoleh. Kini, lahan tersebut difokuskan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program nasional. (ear)
