Info DaerahPeristiwa

Malam Panas di Mojowarno: Sekdes Mojoduwur Digerebek Warga di Rumah Perempuan, Sempat Kabur Lewat Jendela!

Share

JOMBANG, Headshot Media — Suasana malam di Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, mendadak ricuh pada Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.
Warga berbondong-bondong mendatangi rumah seorang perempuan berinisial NR, setelah mencium adanya kehadiran Sekretaris Desa (Sekdes) Mojoduwur berinisial LUT yang diduga memiliki hubungan terlarang dengannya.

Isu kedekatan keduanya sudah lama jadi bisik-bisik di lingkungan desa. Namun malam itu, warga akhirnya memutuskan untuk membuktikan sendiri.

Sempat Kabur Lewat Jendela, Akhirnya Tertangkap Warga

Begitu digerebek, LUT panik dan mencoba melarikan diri melalui jendela rumah NR.
Sayangnya, upaya itu gagal. Warga yang sudah mengepung berhasil mengamankan Sekdes dan membawanya ke Balai Desa Mojoduwur untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Di lokasi balai desa, suasana sempat tegang. Puluhan warga berkumpul menuntut penjelasan langsung dari sang Sekdes.

“Kami sudah lama curiga. Banyak yang lihat mereka berdua sering berduaan. Malam ini akhirnya ketahuan,” ujar salah satu warga yang ikut dalam penggerebekan.

Mediasi Panas: Sekdes Akui Kesalahan, Siap Mundur dari Jabatan

Mediasi darurat digelar di Balai Desa. Hadir dalam pertemuan itu Kepala Desa Mojoduwur, perangkat desa, anggota BPD, dan perwakilan masyarakat.
Di hadapan mereka semua, Sekdes LUT akhirnya mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Saya menyesal dan siap mengundurkan diri dari jabatan Sekdes,” ujar LUT di hadapan warga.

Pernyataan itu disambut campuran antara sorakan lega dan geram dari masyarakat.
Kepala Desa yang hadir berupaya menenangkan emosi warga agar situasi tidak berubah anarkis. Ia menegaskan akan memproses surat pengunduran diri Sekdes sesuai mekanisme pemerintahan desa.

Warga Desak Proses Resmi dan Tegas

Warga Mojoduwur menolak penyelesaian hanya dengan permintaan maaf lisan. Mereka menuntut agar pengunduran diri Sekdes segera ditindaklanjuti secara administratif, sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus pembelajaran bagi perangkat lain.

“Kami ingin ada tindakan nyata, bukan cuma janji,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.(*)

Editor : Adm

BACA JUGA :  Pemkab Jombang Tingkatkan Jalan Kemuning Senilai Rp1,16 Miliar, Pengecoran dan Pengaspalan Dikebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *