Bupati Warsubi Soroti SD Negeri Sepi Pendaftar, Janji Prioritaskan Perbaikan Gedung Sekolah Rusak
JOMBANG – Kondisi memprihatinkan bangunan SD Negeri Jabon 2 akhirnya mendapat perhatian dari Bupati Jombang, Warsubi. Ia berjanji akan memprioritaskan perbaikan gedung-gedung sekolah yang rusak parah, sebagai bagian dari komitmen pemkab dalam sektor pendidikan.
“Bangunan sekolah yang rusak, apalagi yang mengancam keselamatan siswa dan guru, pasti akan kita dahulukan untuk diperbaiki,” tegas Warsubi, saat dikonfirmasi Sabtu (6/7).
Ia menyebut bahwa sesuai amanat UUD 1945, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD menjadi pijakan utama pemerintah dalam membenahi fasilitas pendidikan, termasuk SD dan SMP.
“Dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan sekolah, baik SD maupun SMP yang kondisinya sudah tidak layak,” ujar Warsubi.
Tahun ini, Pemkab Jombang juga menerima dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 25 miliar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk merehabilitasi 14 SD dan 8 SMP.
“Alhamdulillah, kami dapat kucuran dana DAK sebesar 25 miliar tahun ini. Ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Pernyataan ini muncul setelah publik menyoroti kondisi mengenaskan SDN Jabon 2, yang terletak di Desa Jabon, Kecamatan Jombang. Sekolah yang berada di wilayah kota ini justru sepi peminat pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Dari total pagu 28 kursi, hanya dua siswa yang mendaftar.
Saat disambangi tim Headshot Media, tampak beberapa ruang kelas mengalami kerusakan berat. Plafon di ruang kelas 1 dan 2 sudah jebol, bahkan bagian rangka plafon harus ditopang kayu agar tidak runtuh. Di lorong kelas, kerusakan makin parah: pilar-pilar penyangga terlihat keropos dan memperlihatkan besi tulangnya.
Kepala SDN Jabon 2, Wiji Utami, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, kerusakan sudah berlangsung cukup lama dan belum ada perbaikan berarti.
“Plafon banyak yang jebol, kayunya lapuk. Kami terpaksa beri penyangga agar tidak roboh,” ujar Wiji saat ditemui Kamis (3/7).
Fenomena sepinya pendaftar di sekolah negeri seperti SDN Jabon 2 menunjukkan persoalan mendalam soal persepsi masyarakat terhadap fasilitas pendidikan. Infrastruktur yang buruk bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan serta kepercayaan publik terhadap sekolah negeri.
Kini, publik menanti apakah janji perbaikan dari Bupati Warsubi benar-benar akan menjadi aksi nyata. Sebab bagi banyak sekolah di Jombang, waktu terus berjalan, dan bangunan yang rusak bisa sewaktu-waktu menjadi ancaman. (*)
Editor : adm
