Info Daerah

Istri Menteri UMKM Buka Suara Soal Surat Kontroversial, Klaim Biaya Perjalanan ke Eropa Ditanggung Pribadi

Share

Setelah menjadi sorotan publik dalam tiga hari terakhir, Agustina Hastarini atau yang akrab disapa Tina Astari, istri Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman, akhirnya angkat bicara. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tina memberikan klarifikasi terkait keberangkatannya ke Eropa yang sempat dihubungkan dengan surat berkop Kementerian UMKM.

Tina membenarkan bahwa dirinya memang tengah berada di Eropa. Namun, menurut pengakuannya, kunjungan itu murni dalam kapasitas sebagai ibu yang mendampingi putrinya mengikuti ajang Euro Folk 2025, sebuah festival misi budaya tingkat internasional yang digelar di sejumlah negara Eropa.

“Perjalanan ini sudah saya persiapkan sejak bulan Mei. Kebutuhan pribadi seperti hotel, transportasi, dan makan selama di sini sepenuhnya saya biayai sendiri menggunakan uang pribadi dari rekening saya sendiri,” tulis Tina.

Ia menegaskan bahwa semua bukti pembayaran telah ia serahkan kepada suaminya, dan Maman Abdurrahman telah membawa bukti-bukti tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Sebelumnya, Menteri Maman memang sempat terlihat mendatangi gedung KPK dan memberikan klarifikasi langsung.

Tina juga membantah keras keterlibatannya dalam penerbitan surat kontroversial yang berkop resmi Kementerian Koperasi dan UKM, yang beredar luas di media sosial. Surat bertanggal 30 Juni 2025 itu diduga digunakan sebagai dasar permintaan pendampingan selama kunjungannya di luar negeri.

“Saya tidak tahu-menahu dan tidak pernah meminta dibuatkan surat tersebut. Apalagi, keberangkatan saya bersama rombongan sekolah putri saya sudah dilakukan pada 29 Juni, sehari sebelum surat itu terbit,” tegasnya.

Selama di Eropa, Tina mengklaim tidak menerima pendampingan dari pihak mana pun, selain dari rombongan sekolah, guru pendamping, dan beberapa orang tua murid lainnya.

BACA JUGA :  Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Kapolres Jombang

“Saya hanya seorang ibu yang ingin memastikan keselamatan dan kenyamanan putri saya yang baru berusia 12 tahun dalam perjalanan budaya ini. Tidak ada satu rupiah pun dana negara yang saya gunakan,” tulis Tina dalam penutup pernyataannya.

Unggahan klarifikasi tersebut disambut beragam reaksi dari warganet. Beberapa mendukung dan memberi simpati, namun tak sedikit pula yang menyampaikan kritik tajam. Salah satu komentar yang cukup banyak disorot berbunyi, “Kalau merasa tidak pernah menyuruh atau tidak tahu-menahu soal surat itu, kenapa tidak dilaporkan ke polisi saja?”

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM terkait siapa yang membuat surat berkop kementerian yang mencatut nama Tina Astari tersebut. Publik pun menanti klarifikasi lebih lanjut soal apakah ada penyalahgunaan wewenang dalam proses penerbitan surat tersebut. (*)

Editor : adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *